bbc | Kurang dari 24 jam setelah bentrokan antara warga, satuan polisi pamong praja dan polisi selesai, situasi Koja relatif tenang.
Di beberapa titik di lokasi masih nampak kerumunan warga yang berjaga-jaga, juga di lokasi makam Mbah Priok yang disengketakan.
Mereka mengatakan berjaga untuk menghadapi kemungkinan aparat akan kembali melakukan pembongkaran paksa makam Mbah Priok hari ini.
Namun seperti dilaporkan wartawan BBC Ervan Hardoko Kamis pagi (14/4) di Koja, Jakarta Utara, situasi di lokasi sudah berjalan kembali normal.
Jalan raya utama yang menghubungkan kawasan pelabuhan Tanjung Priok dan Cilincing sudah kembali padat dilalui kendaraan.
Yang masih menunjukkan sisa bentrokan adalah batu-batu dan bangkai kendaraan roda empat yang dibakar massa kemarin dan belum dibersihkan hingga pagi ini.
Puluhan kendaraan milik Satpol PP dan polisi dibakar massa kemarin ditengah bentrokan antara dua kubu.
Tiga orang tewas dan ratusan luka-luka dalam insiden berdarah.
Cegah benturan baru
Menjelang tengah malam setelah bentrokan terjadi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung memberikan pernyataan terkait insiden Koja.
Presiden Yudhoyono menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.
Sementara kepada kepolisian diperintahkan agar mencegah terjadinya benturan baru.
"Saya sudah pernah menyampaikan untuk secara persuasif mencegah benturan yang bersifat fisik. Sebab dalam situasi yang panas benturan fisik akan mudah terjadi dan akan menimbulkan korban," kata Presiden.
Pemda DKI juga diperintahkan untuk menghentikan sementara rencana membongkar dan merenovasi kompleks makam Mbah Priok. Pemda serta aparat diminta menggelar investigasi untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas timbulnya bentrokan berdarah tersebut.
Wakil Gubernur DKI Priyanto mengumumkan hari ini pertemuan antara pihak-pihak terkait kerusuhan akan digelar siang nanti.
Dua korban tewas akibat bentrokan Koja sementara ini adalah Soepomo dan Ahmad Tadjuddin keduanya anggota Satpol PP.
Gubernur DKI Fauzi Bowo melayat ke rumah duka, tadi pagi. Pemda DKI menyatakan akan memberikan santunan kepada para korban dan fasilitas pengobatan gratis di rumah sakit.
http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2010/04/100415_priokthursday.shtml